Melanjutkan kerja sama dengan para pengelola plastik untuk mewujudkan misi kami
Apa kesamaan antara permainan edukatif, kerajinan bunga plastik, dan sebuah pulau nelayan kecil? Ketiganya memberikan gambaran sekilas tentang gerakan kita yang terus berkembang untuk mencegah masuknya plastik ke laut.
Baru-baru ini, tim kami mengunjungi tiga Material Hub di Batam: Teluk Sepaku, Teratai Putih, dan Pesona Laguna, untuk bertemu kembali dengan para Plastic Keepers dari komunitas-komunitas tersebut dan melihat bagaimana sistem pengelolaan sampah rumah tangga mereka terus berkembang.
Di Teluk Sepaku, sebuah komunitas nelayan kecil, anak-anak ikut serta dalam permainan yang berfokus pada polusi plastik dan dengan bangga membagikan apa yang telah mereka pelajari. Mereka membuat tim kami terkesan dengan pemahaman mereka tentang polusi plastik dan dampaknya terhadap tempat yang mereka sebut sebagai rumah.
Di Teratai Putih dan Pesona Laguna, kami berkumpul bersama beberapa Plastic Keepers dalam lokakarya kreatif yang santai, di mana kami mengubah sampah plastik menjadi bunga-bunga berwarna-warni. Sementara itu, para rumah tangga mendemonstrasikan proses pengumpulan secara langsung, mulai dari membawa plastik yang telah dipilah hingga menimbang dan mencatat bahan-bahan melalui sistem tersebut.
Kunjungan ini juga memberikan kesempatan untuk melihat merek baru Free The Sea diwujudkan di berbagai pusat kegiatan. Namun, kesan terkuat justru datang dari komunitas itu sendiri, yang komitmen, kebanggaan, dan antusiasmenya terus memperkuat sistem ini dari tahun ke tahun.
Kenali para “Plastic Keepers” yang mencegah plastik masuk ke lautan kita
Plastic Keepers